SKK Konstruksi: Pengertian, Fungsi, dan Klasifikasinya
Date: 08/05/2023
SKK konstruksi dahulu terdiri atas SKA dan SKT, tetapi berubah sejak surat edaran menteri PUPR nomor 02/SE/M/2021 diterbitkan. SKK atau Sertifikat Kompetensi Kerja yang dimaksud berisi keahlian para pekerja khususnya di bidang konstruksi.
SKK memiliki sembilan jenjang dengan tiga klasifikasi keterampilan di bidang konstruksi. Setiap jenjang atau tingkatan berpengaruh terhadap pendapatan pekerja konstruksi. Semakin tinggi capaian jenjang dalam SKK, maka semakin tinggi pula pendapatan yang berpotensi diperoleh.
Pengertian
SKK konstruksi adalah sertifikat keahlian yang menunjukkan kualifikasi pekerja di bidang konstruksi. Sertifikat ini diperlukan saat melamar kerja di perusahaan maupun mendaftarkan badan usaha di bidang konstruksi secara resmi.
SKK terdiri atas tiga klasifikasi, yakni:
- Tingkat operator, pekerja dengan jenjang pendidikan dasar, seperti SMK, SMA, dan SMK plus.
- Tingkat teknis, pekerja dengan jenjang pendidikan minimal D1, D2, atau D3.
- Tingkat ahli, pekerja dengan jenjang pendidikan minimal S1.
SKK tersebut dapat berlaku maksimal selama lima tahun. Jika telah melewati masa berlaku tersebut, maka seorang karyawan konstruksi harus melakukan pembaharuan. Di dalam proses pembaharuan tersebut keterampilan pekerja diharapkan akan mengalami peningkatan.
Fungsi SKK Konstruksi
Setiap orang yang tertarik bekerja di bidang konstruksi harus memiliki SKK. SKK akan menentukan sejauh mana pencapaian yang bisa diraih oleh karyawan. Berikut beberapa fungsi penting SKK yang harus Anda pahami, yaitu:
1. Raport Penilaian Kompetensi
Kompetensi pekerja konstruksi dibuktikan dengan kepemilikan SKK. Sertifikat ini merupakan lisensi resmi yang menunjukkan pengetahuan dan keterampilan pekerja. Hasil kinerja pemegang SKK tentu lebih terpercaya dan keabsahannya dapat dipertanggungjawabkan.
2. Syarat Operasional Badan Usaha
Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi harus memiliki SKK agar bisa mengajukan SBUJK atau Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi. Lisensi ini nantinya akan menjadi pertimbangkan utama bagi pengguna jasa. Klien pastinya tidak ingin menyewa jasa konstruksi yang tidak kompeten.
3. Rekam Jejak Pekerja Konstruksi
SKK juga berfungsi sebagai rekam jejak yang menampilkan keahlian pekerja konstruksi. Sertifikat ini harus diperbarui setiap lima tahun sekali dan diharapkan terjadi kenaikan jenjang saat proses pembaruan.
SKK konstruksi merupakan lisensi resmi yang harus dimiliki oleh pekerja konstruksi. Sertifikat ini seperti jaminan kompetensi dan cara untuk memperoleh kepercayaan perusahaan maupun klien di bidang konstruksi.