Ketentuan dan Alur Permohonan SKK Konstruksi bagi Tenaga Kerja

Date: 27/09/2025

Sebelum mengajukan SKK Konstruksi, pahami terlebih dahulu ketentuan dan alur permohonan resmi yang berlaku. Simak panduan dan persyaratan di sini.


Sertifikat Keahlian Konstruksi (SKK Konstruksi) kini menjadi salah satu syarat utama bagi tenaga kerja yang bergerak di sektor konstruksi. Sebelum mengajukan SKK, penting bagi pekerja untuk memahami ketentuan serta prosedur resmi yang berlaku.

Saat ini, pengajuan SKK dapat dilakukan secara online. Proses digital ini mempermudah tenaga kerja dalam mengajukan sertifikat tanpa harus datang langsung ke kantor, sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan atau kekeliruan administrasi.

Tahapan Permohonan SKK Konstruksi secara Online

Berikut ini adalah panduan lengkap dan sistematis untuk mengajukan permohonan SKK secara online.

1. Persiapan Dokumen

Pertama, tenaga kerja wajib melengkapi persyaratan dokumen elektronik seperti KTP, NPWP, ijazah terakhir, keanggotaan e-SIMPAN, serta pas foto ukuran 3x4. 

Bagi lulusan baru, persyaratan tambahan meliputi SKL, Sertifikat SIBIMA, dan Sertifikat PKT (32 JPL) yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan BJKW (Bimbingan Jasa Konstruksi Widya).

2. Pendaftaran

Setelah dokumen siap, langkah selanjutnya adalah melakukan pendaftaran melalui portal PUPR di https://perizinan.pu.go.id/portal/. Pendaftar harus membuat akun SKK-K dengan mengisi data diri seperti nama, email, dan nomor ponsel aktif. 

Setelah berhasil login, unggah semua dokumen persyaratan sesuai kategori. Tenaga kerja ahli melengkapi informasi jabatan, LSP, dan asosiasi profesi, sedangkan lulusan baru bisa memilih opsi “Permohonan Baru (Freshgraduate)” dan mengisi data jabatan, LSP, asosiasi, balai, serta pelatihan.

3. Verifikasi Dokumen

Setelah dokumen diunggah, tahap berikutnya adalah verifikasi oleh LSP. Jika terdapat kekurangan, notifikasi akan dikirim melalui portal, email, atau WhatsApp. Pendaftar memiliki waktu 7 hari untuk melengkapi dokumen. Apabila tidak terpenuhi, maka pengajuan akan dibatalkan.

Jika dokumen Anda sudah lengkap, maka akan mendapatkan informasi nomor rekening untuk pembayaran, sehingga proses administrasi dapat berlanjut.

4. Pembayaran

Langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran biaya sertifikasi sesuai nominal yang dikirim. Pembayaran harus dilakukan dalam waktu 7 hari agar permohonan SKK Konstruksi tetap berlaku. Setelah pembayaran terkonfirmasi, pendaftar dapat melanjutkan ke tahap uji kompetensi.

5. Uji Kompetensi

Setelah pembayaran selesai, pendaftar diharuskan mengikuti uji kompetensi. Uji ini terdiri dari ujian tulis, praktik atau observasi lapangan, serta wawancara sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tahap ini memastikan bahwa tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar profesi.

6. Penetapan Hasil Uji Kompetensi

Jika dinyatakan kompeten, Komite Teknis akan mencatat nomor blanko, sertifikat, serta registrasi di BNSP dan LPJK. Hasil ini menjadi dasar penerbitan SKK dan menegaskan bahwa tenaga kerja memenuhi persyaratan resmi.

7. Penerbitan SKK

Setelah hasil uji kompetensi ditetapkan, SKK elektronik akan diterbitkan melalui portal perizinan PUPR dan berlaku selama lima tahun. Sementara itu, bagi lulusan baru, sertifikat yang diperoleh memiliki masa berlaku satu tahun.

Bagi Anda yang ingin memperoleh SKK Konstruksi dengan mudah tanpa harus repot mengurus sendiri, intiglobal.co.id siap membantu. Layanan kami resmi, berbadan hukum, dan terpercaya dalam menangani seluruh proses secara lengkap.