Kenali Tentang SKK Kontruksi, Syarat, dan Sub Klasifikasinya
Date: 23/03/2023
SKK merupakan singkatan dari Surat Kompetensi Kerja, dimana sangat diperlukan oleh para tenaga kerja yang bergerak dalam bidang konstruksi proyek. Bagaimana cara membuat SKK konstruksi? Untuk membuatnya dalam waktu yang singkat, bisa langsung menggunakan layanan terpercaya dari kami.
Dasar hukum penerbitan SKK sendiri sudah resmi tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2/SE/M/2021 untuk menggantikan SE Nomor 30/SE/M/2020. Dasar hukum sudah dikeluarkan langsung oleh Menteri PUPR yang membahas secara lengkap mengenai Sertifikasi Kompetensi Kerja Jasa Konstruksi.
Persyaratan Mengurus SKK Konstruksi
Sebelum menghubungi kami untuk mengurus pembuatan SKK Konstruksi, maka tenaga kerja terlebih dahulu perlu menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan. Sebenarnya persyaratan yang dibutuhkan ada 2 jenis yakni dokumen serta jenjang pendidikan. Penasaran dengan dokumen persyaratannya?
1. KTP (Kartu Tanda Penduduk)
2. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
3. Pas Foto ukuran 4x6
4. CV
5. Nomor Telepon atau Email masih aktif
6. Surat Pernyataan Kompetensi
7. Ijazah akhir
8. Surat Rekomendasi Perusahaan
9. Formulir Pendaftaran
Lalu bagaimana dengan syarat pendidikan pengurusan SKK? Ada beberapa program profesi kerja yang memberi kesempatan bagi lulusan D1, D2, D3, D4 sampai S1. Makin tinggi tingkatan pendidikan, maka otomatis tanggung jawab yang akan diberikan dalam pekerjaannya makin besar.
Sub Klasifikasi Pengurusan SKK
Pada umumnya dalam dunia proyek, makin tinggi jenjang pendidikan akan mempengaruhi posisi jabatan yang akan diperoleh pada perusahaan. Ada 3 klasifikasi SKK konstruksi secara umum sesuai dengan tenaga kerja perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi bangunan.
Operator
Operator biasa dinamakan dengan kontraktor yang masuk dalam jenjang 1 sampai 3. Syarat untuk menduduki posisi operator pernah menduduki pendidikan dasar atau PBK non akademik minimal selama 2 tahunan, baru setelah itu mencoba mengikuti tes kompetensi sesuai prosedur.
Analis atau Teknik
Menduduki jenjang 4-6, dimana analis atau teknik berperan sebagai kepala pengelola. Tentunya posisi yang termasuk analis meliputi pengawas, gambar, dan pekerja gedung.
Tenaga Ahli
Tenaga ahli menduduki jenjang 7-9 karena menduduki jabatan tertinggi dalam perusahaan proyek bangunan. Tenaga kerja dalam posisi ini telah memiliki pengalaman cukup lama dan memiliki pendidikan minimal D2 sampai S1.
SKK konstruksi sangat dibutuhkan perusahaan untuk membuktikan kredibilitas tenaga kerja di mata semua kliennya. Jika ingin proses pengurusan SKK berjalan dengan cepat dan sesuai prosedur, maka langsung gunakan layanan jasa pengurusan SKK dari kami.